Detail Aduan

Lihat detail lengkap aduan LGWP71572661

Rincian Aduan

LGWP71572661

Verifikasi Public
KOTA SEMARANG
11 Mar 2020
0 ditandai
Saya Maming Hermawan penggiat kesenian dan kebudayaan founder KUMPUL GAYENG SENI & BUDAYA hanya usul dan minta pendapat. TikTok kini sudah menjalar ke semua kalangan di Indonesia. Para Politisi, Pejabat, Artis dan Masyarakat, Aparat beramai-ramai untuk membuat video dalam Aplikasi Video TikTok. TikTok sendiri adalah salah satu aplikasi yang sangat digandrungi millennials, generasi Z dan anak-anak kecil jaman now. Aplikasi ini memberikan special effects unik dan menarik yang dapat digunakan oleh penggunanya dengan mudah sehingga dapat membuat video pendek. Zhang Yiming, mungkin kamu masih asing dengan nama satu ini. Namun masyarakat kita agaknya sudah cukup familiar dengan aplikasi ciptaan pria asal Cina ini yang kini jadi sorotan yakni TikTok. Yiming yang merupakan lulusan software engineer dari Universitas Nankai mendirikan perusahaan teknologi ByteDance pada Maret 2012. Bukan apa apa kalau semua pada demam temuam aplikasi ini bahkan yang tidak bisa goyang pun dipaksakan Ironinya bagi saya yang Cinta kebudayaan serta kesenian di negara saya bukan berati trus saya naionalis ataupun pancasilais banyak instansi pemerintahan pun larut dalam euforia tik tok ada sayembara sayembara pada kantor kantor di Instansi pemerintah malah bagi bagi hadiah tik tok saya tidak tahu pertimbanganya. Kebudayaan kita sangatlah kaya kesenianpun juga banyak ada tari, ada musik, ada sastra dan masih banyak lagi dengan anggaran hadiah mereka kenapa tidak diadakan lomba lomba puisi lomba lomba tari ataupun musik dengan dikonsep menarik sedang para penggiat kesenian pun jungkir balik bagaimana kesenian kita bisa up, bisa dikenal bisa tersosialisasikan kepada masyarakat ini kesempatan yang bagus tidak hanya sekerdar fun tapi efektifitas dan maknanya pun berbeda. Seharusnya harus kerja bersama sengkuyung kesenian kita tanggung jawab kita bersama atas karya karya mereka. Bukan berati saya tak pro pemerintah. Apa semiskin konsep itukah hingga tidak bisa munculkan sesuatu yang menarik dari jati diri kita? Kalau semua orang unduh tik tok yang dapat duit ya tik toknya meskipun yang ikut lomba dapat hadiah, semua orang tepuk tangan tertarik itu malah merusak tatanan kebudayan dan kesenian kita masyarakat Indonesia. Bagaimana pendapat bapak?

Disposisi

Rabu, 11 Maret 2020 - 09:49 WIB

Admin Gubernuran

Laporan telah diteruskan ke DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Verifikasi

Selasa, 24 Maret 2020 - 16:08 WIB

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Terima kasih atas perhatiannya akan kebudayaan nasional dan kebudayaan daerah, semoga kebudayaan kita tetap menjadi soko guru dalam berkehidupan di Indonesia khususnya, di Jawa Tengah. Memang kita tidak bisa menghindari kemajuan teknologi dan media sosial, termasuk di dalamnya, seperti Tik Tok. Oleh karena itu harapan kami bahwa teknologi dapat juga dijadikan media untuk perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan kebudayaan kita.